Mozilla Firefox 3.6 Akan Ada Plugin Check

Mozilla memang belum memperbaharui sistem keamananya pada browser Firefox. Namun, Mozilla merilis fitur yang mampu memilih plugin populer yang ditawarkan browser tersebut. Fitur yang diberi nama Plugin Check dapat menjadikan kinerja browser mozilla anda berjalan dengan lebih maksimal dan terjaga tetap up to date.

Rencananya plugin ini akan disematkan pada Firefox 3,6, yang direncanakan akan dirilis November nanti. Nantinya, ketika pengguna mengunjungi halaman Web dengan Firefox 3.6, pengguna akan diberitahu jika ada plugin yang diperbaharui, yang digunakan oleh situs tersebut.

Proyek ini juga sebagai ‘perisai’ bagi pengguna Firefox yang juga menggunakan Adobe Flash. Pasalnya, seperti diketahui Acrobat dan Acrobat Reader saat ini marak diberitakan tengah disisipi virus yang berbahaya.

Terlebih, 99 persen pengguna Firefox telah menginstal Flash dan 75 persen di antaranya tidak pernah memperbaharui software-nya. Ini tentu menjadi lahan yang empuk bagi penjahat kriminal.

“Proyek ini sangat penting bagi kami, karena plugin versi terdahulu tidak bsa mendeteksi masalah dan keamanan dengan stabil,” juru bicara Mozilla Jonathan Nightingale.

“Padahal 30 persen masalah crash terjadi pada plugin yang dimiliki pihak ketiga,” tambahnya. (PCWorld/Okezone/Ketok)

Google Kapalkan Chrome dengan Sony

(Foto: Google)

Sony menggandeng Google untuk melengkapi kebutuhan browser komputer produksinya. Itu artinya, Google akan mengapalkan browsernya bersama dengan komputer milik Sony.

Kesepakatan ini akan adalah bagian dari upaya Google dalam menetrasi pasaran browser dan memasuki persaingan dengan Microsoft dan Mozilla yang merupakan duo penguasa pasar browser.

Juru bicara Google Eitan Bencuya mengatakan, kesepakatan dengan Sony ini akan mulai berlaku pada musim panas tahun ini. Namun Bencuya menolak untuk menyebutkan lebih rinci butir-butir kesepakatan tersebut. Sehingga Bencuya pun tidak mau menyebutkan komputer Sony model mana saja yang akan diinstal dengan Chrome. Demikian keterangan yang dikutip dari Yahoo Tech News, Selasa (1/9/2009).

“Langkah ini merupakan cara agar Chrome dapat diakses oleh lebih banyak orang. Kami kini tengah dalam proses menjajal hubungan dengan perusahaan yang memungkinkan hal itu bisa terjadi,” kata Bencuya.

Google mulai memperkenalkan browser Chrome pada September 2008 dan langsung masuk ke jajaran empat pemain utama pasar browser. Berdasarkan data dari Net Application bulan lalu, Google menempati sekira 2,59 persen saham dalam pasar browser di seluruh dunia.

Sementara itu, Microsoft dengan Internet Explorer mendominasi dengan persentase sebesar 67,7 persen menyusul kemudian Firefox dari Mozilla Foundation sebanyak 22,5 persen serta Apple dengan browser Safari yang menguasai empat persen pasar browser. (rah)