Nimbuzz untuk Blackberry Hadir Versi Baru

Blackberry

Blackberry

Nimbuzz mengumumkan versi terbaru dari aplikasinya yang diperuntukkan bagi ponsel cerdas Blackberry. Aplikasi yang biasa digunakan untuk chatting dan Voice IP (VoIP) dijanjikan pengembang dengan berbagai perbedaan.

Di Nimbuzz yang baru ini, pengguna dapat memasukkan semua teman dan kolega dengan berbagai platform yang berbeda, yang artinya berbagai layanan akun instant messaging dan jejaring sosial bisa digabungkan menjadi satu. Hal ini oleh pengembang ditujukan untuk agar sentuhan dalam berkomunikasi bisa terjalin dalam satu pintu.

Aplikasi ini, seperti yang dilansir melalui Tech Tree, Jumat (4/12/2009), dapat digunakan dengan mudah. Tampilan antar mukanya pun semakin menarik, dengan informasi yang diberikan jika ada notifikasi yang masuk.

Selain itu, jika jaringan 2G, 3G atau wi-fi pengguna tiba-tiba hilang, maka secara otomatis akan mati, dan menyala kembali secara otomatis juga jika jaringan sudah kembali. Tambahan pembaharuan yang lain di Nimbuzz versi terbaru ini, pengguna dapat membukan jendela baru saat ingin melakukan obrolan ketika membuka instant messaging.

Nimbuzz versi terbaru ini berjalan di Blackberry dengan sistem operasi versi 4.6 atau di atasnya, seperti Strom, Bold 900, Tour 9630, Pearl Flip, Curve 8900, Strom 2 dan Bold 9700. Jika tertarik silahkan kunjungi situs resmi Nimbuzz atau melalui Blackberry App World. (tyo)

Tak Lagi Gratis di Google

Tak Lagi Gratis di Google

Siap siap bagi pencari berita gratis di dunia maya. Situs mesin pencari, Google, menyetujui permintaan sejumlah media online untuk membatasi akses pencarian Google yang bersifat gratis.

Kini situs media online punya program perisai, yang mereka namakan First Click Free Programme. Dengan begitu, artikel-artikel yang biasanya bisa diunduh dan dibaca gratis tiap harinya makin terbatas.

”Bila tadinya tiap ‘klik’ dari pengguna internaet bebas biaya, kini tidak lagi,” kata Senior Business Product Manager Google, Josh Cohen, seperti dikutip BBC, Selasa (1/12) waktu setempat.

Sekarang tidak seluruh halaman gratis. Program di atas akan membatasi akses pengguna hanya, misalnya, ke lima halaman. Sisanya, bila pengguna komputer ingin membaca lebih jauh, harus mendaftar dan ini artinya merogoh dolar AS dari koceknya.

Media berita online sudah cukup lama ingin menerapkan hal ini. Mereka menilai Google yang mereguk keuntungan iklan dari tiap ‘klik’ pembukaan situs berita di tempatnya. Salah satu raja media yang paling ngotot menerapkan hal ini adalah Rupert Murdoch.

Tapi pada awal penerapan program ini belum mulus. Ada celah bagi pembaca untuk membaca secara gratis di internet. Caranya tetap memanfaatkan Google, tapi dengan teknik pencarian artikel atau halaman yang berbeda dari biasanya. BBC/evy/itz

Sumber : Republika Online